Manajemen dan Skuat Juru Racik Arema FC Berlainan Pandangan Menjawab Lampu Hijau Polri Untuk Liga 1 2021

Manajemen Arema FC tidak begitu saja yakin tentang berita bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah memberi lampu hijau kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggulirkan Liga 1 2021. Manajemen Singo Edan masih mengaku samapi ada surat izin tertulis yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian.

Menurut manajemen tim asal Kota Malang itu, selama ini pernyataan secara lisan tidak mampu menggaransi apapun. General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyebutkan pelaksanaan ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2021 belum memperoleh jaminan apapun cuma dari sebuah pernyataan lisan yang dikeluarkan Kepolisian.

“Kalau sudah ada surat resminya, baru kami yakin,” ujar Ruddy Widodo.

Maklum, manajemen Singo Edan sepertinya telah kehilangan kepercayaan sejak tidak jatinya sambungan ajang musim 2020 dihelat pada Oktober 2020 lantaran surat izin yang tidak keluar dua hari sebelum kick-off gelaran. Apalagi sampai akhirnya ajang 2020 dibatalkan dan konsep menghelat Liga 1 2021 dimunculkan, surat izin itu belum kunjung tampak.

Padahal awalnya manajemen tim kebanggaan Aremania itu begitu optimistis Kepolisian akan memberi restu usai pelaksanaan Pilkada serentak pada Desember 2020. Manajemen Arema percaya Kepolisian mampu fokus mengamankan sepak bola di tengah wabah virus Covid-19 usai acara politik itu berkesudahan.

Satu faktor yang menarik, jawaban berlainan justru diungkat asisten nahkoda Singo Edan, Kuncoro. Ia memperkirakan Polri akan mengeluarkan surat izin itu. Kuncoro menggali kabar itu daari beberapa kenalannya di Kepolisian.

“Sepertinya kali ini izinnya bakal turun. Semoga saja benar. Beberapa pemain sempa bertanya, kali ini kami seperti mereka, bergairah lagi. Sebelumnya, semua merasa jenuh dan stres dengan ketidakpastian sepak bola Indonesia karena sudah terlalu lama berhenti,” ujar Kuncoro.

Kalau surat izin itu betul-betul dikeluarkan Kepolisian, Kuncoro ingin Singo Edan segera menjalankan persiapan. Tetapi, keputusan itu bakal kembali lagi ada di tangan manajemen klub.

Kuncoro mengakui persiapan selama sebulan, atau setidaknya dua pekan, telah cukup bagi Arema mengingatkan tidak begitu banyak perubahan susunan skuat.

“Persiapan kalau darurat, dua minggu bisa. Namun, itu persiapan untuk turnamen pramusim. Kalau kompetisi masih lama, biasanya ada pramusim dulu. Sekalian menjadi pemanasan untuk melanjutkan persiapan tim hingga kompetisi yang sebenarnya digelar,” ujar Kuncoro.

Beritanya, Singo Edan telah dapat beberapa tawaran turnamen. Tetapi pelaksanaan saat ini masih menanti keluarnya izin dari keramaian dari Polri.

Sebetulnya turnamen itu tidak cuma penting bagi tim untuk pemanasan, tapi pula pelaksanaan. Mereka mampu menjajal melakukan protokol kesehatan untuk sebuah laga, mengingat selama ini belum ada uji coba protokol kesehatan yang dijalankan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *