Dua Bulan di Pesantren, Yudha Febrian Sudah Insaf dan Semakin Istikamah

Telah dua bulan Yudha Febrian mengenyam pembinaan di Pesantren Darul Auwrod, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sang pemain mengalami perubahan yang lebih baik.

Barito Putera mengirim palang pintu berusia 19 tahun ini ke Pesantren pada awal Desember 2020. Keputusan itu diambil usai sang pilar dikeluarkan dari TC Timnas Indonesia U-19.

Palang pintu Laskar Antasari yang dicoret dari Timnas Indonesia U-19 lantaran Indisipliner itu bareng teman seskuatnya, Serdy Ephy Fano, nekat keluyuran sampai subuh di tengah-tengah pemusatan latihan Garuda Muda. Usai ditelusuri, keduanya baru pulang dugem.

Nahkoda tim asal Banjarmasin ini, Djadjang Nurdjaman, berpeluang untuk menengok pilar berpostur tinggi 175cm itu di Pesantren Daru Auwrod pada Jumat (12/02/2021). Dia menceritakan keadaan sang amunisi saat ini.

“Saya punya kesempatan untuk menengok Yudha Febrian. Kondisinya sehat dan bagus sekali, Dia bisa mengikuti pelajaraan dan pembinaan yang diberikan oleh pembimbing di pesantren ini,” kata pelatih yang karib dipanggil Djanur itu dinukil dari laman klub.

Pelatih asal Majalengka itu menuturkan, bek Barito Putera ini rutin menjaga keadaan fisiknya selama di pesantren. Sang punggawa terus berlatih meskipun secara mandiri.

“Dia rutin latihan, lebih ke latihan fisik karena itu yang ditekankan saat ini. Alamnya di sini sangat mendukung, daerahnya pegunungan dan sepi. Jadi bagus untuk latihan fisik,” tutur Djanur.

“Saya melihat Yudha Febrian sudah mengalami perubahan sikap dan mental karena telah dua bulan di pesantren. Mudah-mudahan dia lebih dewasa dalam menjalin hidupnya,” imbuh Djanur berharap.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *