Bos PSS Sleman Mengungkapkan 2 Alasan Tidak Memperpanjang Masa Kerja Guilherme Batata

PSS Sleman tidak mempertahankan para legiun asingnya pada musim 2021. Satu per satu pilar berlabel ekspatriat di Super Elang Jawa wajib berpisah.

Diawali dari pengunduran diri striker tumpuan asal Ukraina, Yevhen Bokhasvili yang memilih tampil di Liga Malaysia. Kemudian winger Zah Rahan pula tidak dipertahankan tim asal Sleman tersebut.

Teranyar adalah winger jangkar asal Brasil, Guilherme Felipe de Castro atau Batata. Sementara itu, palang pintu asal Australia, Aaron Evans pula belum pasti masuk proyeksi Super Elang Jawa dan masih berada di negara asalnya.

Di sisi lain, Super Elang Jawa sudah memberitahukan satu legiun asing rekrutannya yaitu winger serang asal Argentina Nicolas Leandro Velez. Beritanya sejumlah punggawa asing anyar lainnya segera menyusul di bumi Sembada.

Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo menyebut, perubahan di susunan pilar asing adalah faktor yang wajar. Ia pun mencontohkan kepergian winger berusia 28 tahun itu.

Marco mengaku, pemain berpostur tinggi 175cm ini merupakan seorang pilar yang loyal dan berdedikasi tinggi. Sayangnya, ada beberapa alasan sehingga sang amunisi tidak mampu berlanjut bareng Super Elang Jawa.

“Pertimbangan tidak lagi diperpanjang kontrak seorang pemain tentu menyangkut masalah teknis. Namun khusus Batata, lebih kepada masalah prinsip dan filosofi. Itu yang akhirnya tidak bisa membuatnya lanjut di PSS Sleman,” tutur Marco Gracia, Minggu (07/03/2021).

Marco memberi penjelasan tentang hal tidak diperpanjangnya eks pemain Gokulam Kerala ini, untuk ajang musim 2021. Meskipun sang gelandang sesungguhnya merupakan pilar kunci dan sudah memperoleh tempat di hari para pendukung Super Elang Jawa.

“Sepak bola adalah industri dan bisnis. Tapi ini tidak ada sama sekali hubungannya dengan tidak lanjutnya Batata. Sejak renegosiasi di Oktober, dia sudah cari jalan untuk keluar dari PSS,” beber dia.

“Jadi, Batata pasti paham dinamika sampai akhirnya manajemen mengambil keputusan ini. Tapi kita tetap respek karena sepak bola adalah keluarga. Kami berharap yang terbaik untuk Batata dan sukses dalam perjalana kariernya,” jelas Marco Gracia Paulo.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *