Aji Santoso Terkejut Koko Ari Araya Melesakkan Gol Via Posisi Anyar di Timnas Indonesia

Amunisi Persebaya Surabaya, Koko Ari Araya, mencetak satu gol dalam partai uji tanding Timnas Indonesia melawan Bali United di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (07/03/2021). Partai itu berkesudahan dengan kedudukan 3-1.

Nama pemain asal Surabaya ini tidak banyak disebut dalam duel ini. Banyak yang memilih membicarakan Kushedya Hari Yudo dan Osvaldo Haay yang pula menjadi pencetak brace. Padahal, Koko berstatus pilar U-22 pada umurnya yang baru 21 tahun, dibanding dua nama lainnya yang lebih senior.

Gol punggawa berusia 21 tahun itu lahir melalui proses usai kemelut di depan gawang pada menit ke-69. Berawal dari kesalahan antisipasi dari Nadeo Argawinata, sang bek memanfaatkan bola liar dengan tandukan yang mengecoh dua palang pintu tim asal Pulau Dewata tersebut.

Juru racik Bajol Ijo, Aji Santoso, menilai pilar didikannya ini sudah memperlihatkan kerja kerja bareng Skuad Garuda.

“Buktinya (Koko) bisa cetak gol dan punya semangat berjuang. Puncak karier tertinggi pemain itu membela tim nasional. Saya akan mendukung,” ucap Aji Santoso.

Menariknya, amunisi berpostur tinggi 181cm ini pernah menduduki posisi yang berlainan dalam laga menghadapi Serdadu Tridatu itu. Dia sesungguhnya berposisi asli sebagai lini belakang kanan menggantikan Rifad Marasabessy. Tetapi, dia kemudian ditempatkan di sayap kanan dan melesakkan gol.

Ini merupakan faktor yang anyar buat Koko Ari Araya.

Sejak diberikan debut oleh nahkoda asal Malang ini di Bajol Ijo, pemain jebolan ajang internal Persebaya Surabaya itu selalu menempati posisi bek kanan.

“Saya sedikit terkejut, Koko main di depan, bukan di belakang. Kalau seumpamanya Koko bisa dua posisi, itu akan bagus, multifungsi,” imbuh pelatih asli Malang tersebut.

Arsitek berusia 50 tahun itu bersyukur melihat punggawa bernomor punggung 33 di Persebaya ini bisa ditempatkan di lebih dari satu posisi. Tetapi, dia memandang sang bek tetap saja mampu mengerahkan kemampuan maksimalnya kalau dimainkan di sektor belakang.

“Tetapi, menurut saya Koko mungkin akan lebih pas kalau posisinya di belakang. Pemain belakang disuruh main ke depan itu bisa, tetapi tidak sebagus kalau di belakang,” ucap pelatih berlisensi AFC Pro itu.

“Pemain bek dan sayap itu beda. Pemain sayap itu menunggu di tempat, tetapi kalau pemain bek ke depan itu dia datang ke tempat itu. Mungkin karena dicoba dan bisa main di situ, dia kemudian membuktikan,” tutur Aji.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *