Piala Menpora 2021: Kekuatan Grup C Merata, Pilar Madura United Merasa Tertantang

Para amunisi Madura United amat bersemangat menyambut event pramusim Piala Menpora 2021 yang dimulai 21 Maret. Apalagi, Grup C memperjumpakan sesama tim Jawa Timur.

Laskar Sape Kerrab terlabuh dalam Grup C di Piala Menpora 2021. Klub asal Pulau Garam ini akan bersaing dengan Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persela Lamongan, dan PSS Sleman. Seluruh laga akan dihelat di Bandung.

Kiper Muhammad Ridho Djazulie menilai persaingan di Grup C sebagai tantangan.

“Bagi saya ini menjadi tantangan buat kami, menjadi tolok ukur buat kami. Juga sebagai persiapan untuk kompetisi nantinya, bagaimana hasilnya (latihan) selama ini. Tentunya, kami berharap bisa memberikan kemenangan,” kata Ridho, Rabu (10/03/2021).

“Dengan adanya Piala Menpora, saya pribadi bersyukur karena sepak bola hidup kembali. Yang jelas kami bisa bermain dengan baik dan disiplin, karena ini menjadi antusias pemain dan pelatih,” imbuh pemain asli Pekalongan itu.

Pernyataan penjaga gawang berusia 28 tahun itu cukup berasalan mengingat sepak bola Indonesia sudah vakum nyaris satu tahun akibat wabah virus Corona. Seluruh pesepak bola Indonesia pasti menyambut hangat datangnya turnamen pramusim itu.

Pendapat sedikit berlainan dikatakan winger gaek Laskar Sape Kerrab, Slamet Nurcahyo. Baginya, keberadaan empat klub Jawa Timur di Grup C justru melihatkan ketatnya persaingan untuk lolos ke fase gugur nanti.

“Saya kira kekuatan Grup C merata, isinya semuanya klub Jatim, kecuali PSS Sleman. Itu yang sangat menarik untuk dinanti buat Piala Menpora nanti,” ucap pemain Madura United berusia 37 tahun kelahiran Jember tersebut.

Pernyataan serupa diberikan oleh lini tengah bertahan Asep Berlian yang menganggap Grup C akan menunjukkan laga seru sesama tim Jawa Timur, yang notabene salah satu gudang sepak bola nasional.

“Saya bersyukur bisa main lagi. Saya anggap kekuatan tim sama dan merata. Kami harus persiapan dan kerja keras untuk menjadi yang terbaik. Semoga bisa lolos dari fase grup,” tutur Asep.

Terlepas dari didominasi oleh klub Jawa Timur, masing-masing klub yang bakal berlaga di Grup C ini punya keunikan. Seperti Persela Lamongan misalnya, sering mengorbitkan amunisi debutan yang diseleksi selama pramusim.

Lalu, Laskar Sape Kerrab masih punya banyak pilar berkualitas dengan diisi oleh Slamet Nurcahyo, Ridho Djazulie, hingga Asep Berlian. Bajol Ijo tercatat sebagai klub besar dengan sejarah panjang dan bakal mengandalkan para amunisi muda.

Super Elang Jawa sendiri baru saja menggaet sebanyak pilar papan atas macam Irfan Jaya, Fabiano Beltrame, dan Kim Kurniawan. Sedangkan Persik Kediri pula dikenal mengorbitkan punggawa putra daerah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *