Piala Menpora 2021: Alasan Fachruddin Aryanto Berkobar-kobar Menghadapi Persebaya Surabaya

Kapten Madura United, Fachruddin Aryanto, tidak ingin memandang sebelah mata kekuatan yang dimiliki Persebaya Surabaya. Seperti diketahui, Bajol Ijo mengandalkan amunisi muda dan tanpa legiun asing di Piala Menpora 2021.

Sekarang, kedua klub dijadwalkan berlaga pada matchday kedua Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu malam (28/03/2021).

“Saya lihat di game pertama. Persebaya adalah tim besar. Siapapun yang main di situ, saya lihat motivasinya sangat tinggi. Jadi kami juga melawan tim besar, tim Persebaya. Siapapun pemainnya di Persebaya, kami juga punya motivasi,” kata Fachruddin dalam jumpa pers, Sabtu (27/03/2021).

Di laga perdana, tim asal Pulau Garam ini dan klub asal Kota Pahlawan itu berhasil memenangkan laga dengan skor identik 2-1. Keduanya pula sama-sama tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya membalikkan kedudukan.

Bajol Ijo punya perjuangan yang lebih berat lantaran dalam keadaan tertinggal cuma berlaga dengan 10 pilar saja. Fakta itu membikin tim besutan Aji Santoso ini termasuk klub kuat yang wajib diwaspadai oleh klub lain di Grup C.

Sementara, Laskar Sape Kerrab tampak susah payah untuk memenangkan laga menghadapi PSS Sleman.

Tim asuhan Rahmad Darmawan ini pernah kesusahan mengembangkan permainan meski berisikan legiun asing dan senior berpengalaman.

“Saya harap kami lebih bisa menikmati pertandingan melawan Persebaya. Pemain sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kami berusaha berbenah untuk kembali mendapatkan poin,” ucap pemain asli Klaten itu.

“Kami latihan tiga kali untuk evaluasi pertandingan pertama dan persiapan pertandingan kedua. Mudah-mudahan besok berjalan lancar sesuai dengan apa yang disiapkan. Tidak ada pertandingan yang mudah, kami harus kerja keras lagi untuk pertandingan besok,” imbuhnya.

Laga bertajuk Derbi Suramadu ini menjadi edisi ke-12 yang sempat terhidang sejak kedua klub bertemu pada awal 2018. Laskar Sape Kerrab dibayangi rekor buruk dengan cuma menang satu kali, berbanding Bajol Ijo yang memenangkan enam laga di antaranya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *