Pelatih Madura United Pasrah Masalah Peluang Timnya ke Perempat Final Piala Menpora 2021

Madura United dalam situasi yang kurang menguntungkan dengan cuma mengumpulkan angka di Grup C Piala Menpora 2021. Mereka berkesempatan lolos ke perempat final tapi, peluang itu tipis lantaran wajib bergantung pada hasil yang diperoleh klub lain.

Tim asal Pulau Garam ini sudah tidak punya acara laga lagi di Grup C. Sedangkan, empat klub lain, yaitu Persebaya Surabaya (7 poin), PSS Sleman (4), Persela Lamongan (3), dan Persik Kediri (3), masih akan berlaga pada 7 April.

Laskar Joko Tingkir dijadwalkan bertemu Macan Putih di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (07/03/2021) sore. Sementara Super Elang Jawa bakal bersua dengan Bajol Ijo di stadion yang sama, Sabtu malam.

Nahkoda Madura United, Rahmad Darmawan, sudah pasrah dengan sisa laga klub lain. Karena, kepastian klubnya lolos ke perempat final amat bergantung pada dua partai pamungkas Grup C.

“Kami sudah berjuang maksimal dan memainkan semua pertandingan di Grup C. Situasinya seperti ini karena kami mendapat jadwal dengan memainkan semua pertandingan di awal, mungkin agak kurang menguntungkan,” ujarnya.

“Saat kami sudah menyelesaikan pertandingan, empat tim lain masih akan bertanding sampai tanggal 7 April. Mereka juga masih punya peluang lolos dan itu tergantung penampilan di pertandingan terakhir,” imbuh pelatih yang menangani Madura United sejak 2020 itu.

Dari seluruh peserta Grup C, cuma tim asal Kota Pahlawan ini yang sudah menyegel tiket lolos ke perempat final. Tetapi, status mereka belum memastikan berstatus sebagai juara grup atau runner-up.

Laskar Sape Kerrab bakal lolos dengan catatan, semisalnya tim asal Sleman itu dikalahkan Persebaya, dan Persela tampil seri menghadapi Persik. Dengan begitu, Madura United akan sama-sama mengumpulkan empat angka bareng Super Elang Jawa, Laskar Joko Tingkir, dan Macan Putih. Itu pun masih butuh syarat tambahan.

Sesuai regulasi turnamen pramusim ini dalam Pasal 5, penentuan klasemen bakal ditentukan via head-to-head kalau ada beberapa klub dengan jumlah angka yang sama.

“Jumlah nilai yang lebih tinggi didapat masing-masing klub dari pertandingan-pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara klub-klub terkait yang memiliki jumlah nilai yang sama,” demikian pada ayat 2.f.2.a.i.

Itu artinya, masing-masing duel meladeni Bajol Ijo tidak dihitung lantaran angka yang dimaksud cuma dilihat pada perjumpaan empat klub dengan angka yang sama itu.

Kalau skema ini terjadi, maka Laskar Sape Kerrab, Super Elang Jawa, dan Macan Putih masih sama-sama mengumpulkan empat angka. Karena, ketiga tim itu takluk meladeni Persebaya Surabaya. Patut diingat, ini masih dengan catatan PSS Sleman dikalahkan Bajol Ijo di partai pamungkas.

Maka, penentuannya bakal berlanjut pada beda gol yang kemungkinan pula masih bakal sama-sama kurang. Di sinilah kesempatan Laskar Sape Kerrab muncul. Mereka memiliki catatan produktivitas dengan lima gol, masih jadi yang paling banyak di antara klub lain di Grup C.

“Sekarang kami harus menunggu hasil pertandingan terakhir. Kita nanti akan sama-sama melihat hasilnya seperti apa,” ujar Rahmad Darmawan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *