Liga 1: Penjaga Gawang Arema FC Terancam Dipinjamkan Kalau Ada Punggawa Asing Datang

Setelah tersingkir dari Piala Menpora 2021, Arema FC semakin serius mengejar penjaga gawang asing. Ini diadakan manajemen tim lantaran lini kiper dinilai menjadi salah satu titik lemah.

Beberapa kesalahan diadakan Teguh Amiruddin dan Utam Rusdiana berujung jebolnya gawang Singo Edan. Manajemen tim megaku telah mengadakan evaluasi dan menetapkan calon, tapi mereka masih tutup mulut soal siapa penjaga gawang yang dimaksud.

“Kalau ada Kurnia Meiga (mantan kiper Arema) mungkin kami tidak mencari kiper asing,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Penjaga gawang asing itu sudah gabung, wajib ada kiper lokal yang harus dikorbankan. Sejauh ini terdapat empat nama, yaitu Utam Rusdiana, Teguh Amiruddin, Kartika Ajie dan Andiyas Francisco. Selain itu, ada nama Tegar Surya yang berstatus penjaga gawang magang.

Lantaran kiper-kiper itu telah dikontrak, opsi melepaskan mereka cuma dengan status pinjaman. Tentang siapa penjaga gawang yang bakal dipinjamkan, manajemen bakal berdiskusi lebih dulu dengan juru racik penjaga gawang Felipe Americo.

Sayangnya, para penjaga gawang tim asal Malang itu saat ini masih bungkam. Mereka tidak mau berkomentar di media, apalagi usai Singo Edan tersingir di fase grup turnamen pramusim ini. Mereka seolah-olah tersudut lantaran dianggap menjadi salah satu titik lemah klub.

Tahun lalu, Teguh siap bersaing dengan penjaga gawang asing. Sementara arsitek kiper Singo Edan ingin anak didiknya tidak ciut nyali. “Kesalahan seringkali mengajarkan kita untuk kembali ke jalan yang benar,” jelas pelatih kiper Arema FC.

Sungguhnya bukan tim kebanggaan Aremania itu yang memiliki masalah di lini kiper. Penjaga gawang klub lain pula menjalankan kesalahan di turnamen pramusim ini. Seperti Anas Fitranto (Persita Tangerang), M. Ridho (Madura United) dan masih banyak lagi lainnya. Tapi Teguh dan rekan-rekan tidak ingin berlindung di balik kesalahan penjaga gawang lain.

Sesungguhnya, usai setahun tidak merasai atmosfer ajang, posisi penjaga gawang memang rawan mengadakan blunder. Ball feeling mereka blum kembali sehingga wakti Piala Menpora 202 dihelat, banyak kesalahan yang muncul.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *