Pendukung PSM Makassar Percaya Klub Kesayangannya Tetap Berkiprah di Liga 1

Kalangan pendukung PSM Makassar percaya klub kesayangannya tetap berkiprah di Liga 1 2021 yang konsepnya akan bergulir awal Juli mendatang.

Seperti diketahui, National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia dalam keputusannya mengharuskan Juku Eja menuntaskan tunggakan upah kepada pilarnya sebesar Rp. 6 miliar.

Jika manajemen tim asal Makassar itu tidak merampungkan kewajibannya itu, maka tidak dapat mendaftarkan amunisi dalam tiga periode. Artinya, PSM Makassar terancam tidak mampu berpartisipasi di Liga 1 lantaran tidak memiliki punggawa.

Kepada Bola.com, Kamis (22/04/2021), Presiden kelompok pendukung Juku Eja, Red Gank, Sul Daeng Kulle, percaya masalah tunggakan upah itu dapat diselesaikan sebelum kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2021 bergulir.

“Kami yakin manejemen PSM juga sudah memikirkan solusinya. Kita tunggu saja perkembangannya,” tegas Sul Daeng Kulle.

Sul Daeng Kulle pun percaya Juku Eja tetap mampu bersaing di Liga 1 seperti musim sebelumnya. Ia merujuk performa impresif Pasukan Ramang di Piala Menpora meskipun cuma bermaterikan pilar lokal.

“PSM tinggal mendatangkan pemain asing berkualitas bagus serta tambahan pemain lokal sesuai kebutuhan tim.”

Sebelumnya, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin beberapa waktu sudah berikrar bakal menuntaskan berbagai masalah yang melanda klubnya sebelum keputusan bergulir.

“Situasi yang kami hadapi saat ini sangat sulit karena praktis tak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti. Tapi, kami akan menyelesaikan masalah internal secara bertahap sebelum Liga 1 2021 dimulai,” kata Munafri.

Pada peluang itu, Sul Daeng Kulle mengungkapkan kalangan pendukung saat ini lebih fokus menjaga keterusan pembangunan Stadion Mattoangin yang belakangan belum jelas kapan dimulai.

Padahal, bangunan Stadion Mattoangin sudah rata dengan tanah. Pembangunan ini pun terancam mangkrak usai Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang menjadi insiator, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi sejumlah proyek infrastruktur di daerahnya.

“Kami ingin ada kejelasan pembangunan Stadion Mattoangin dalam waktu dekat. Bukan sekadar polemik dan janji manis. Sangat memalukan, Makassar yang dikenal memiliki sejarah panjang sebagai gudang pemain sepak bola tak lagi memiliki stadion,” tegas Sul Daeng Kulle.

Sejatinya, ada stadion pilihan yang pembangunan pernah berjalan lancar yaitu Stadion internasional Barombong. Tapi, proses pembangunan stadion yang sudah diatas 70 persen ini dimandekkan sementara oleh Pemprov Sulsel dengan alasan wajib diaudit dulu.

Belakangan muncul wacana pembangunan Stadion Mattoangin. Tetapi, usai stadion yang diresmikan pada 1957 ini dibongkar dan rata dengan tanah, keterusannya pembangunannya justru belum ada kepastian.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *