Madura United Menolak Penghapusan Degradasi Liga 1 2021/2022

Madura United dengan keras menolak penghapusan sistem degradasi pada Liga 1 2021/2022. Direktur Utama PT PBMB, pengelola Madura United FC, Ziaul Haq, menyebut faktor itu akan membikin level kompetisi kasta tertinggi sejajar dengan turnamen.

Konsep menggulirkan Liga 1 2021/2022 tidak ada degradasi kembali mengemuka. Faktor itu terjadi usai Komite Eksekutif (Exco) PSSI menampung dan memutuskan menerima usulan dari mayoritas tim kontestan.

Wabah virus Corona masih menjadi alasan yang ampuh untuk mengadakan ajang tanpa degradasi. Penyebabnya lantaran pandemi ini berdampak pada berbagai aspek dalam tim. Tetapi, Ziaul Haq menyebut penghapusan sistem degradasi tidak sesuai dengan amanat ajang.

“Pelaksanaan kompetisi amanatnya adalah promosi dan degradasi. Tidak ada alasan kompetisi tanpa promosi dan degradasi,” kata Ziaul Haq.

Menurut Ziaul Haq, Laskar Sape Kerrab sejauh ini sudah berupaya keras untuk menghelat persiapan mengikuti Liga 1 2021/2022 yang kompetitif. Bukan untuk mengikuti ajang yang punya atmosfer seperti turnamen.

“Persiapan Madura United selama ini adalah pelaksanaan kompetisi yang kompetitif dengan adanya promosi dan degradasi, bukan persiapan untuk sebuah turnamen seperti TSC tahun 2016,” tegas Ziaul Haq.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut Exco PSSI cuma memutuskan untuk melenyapkan metode degradasi pada ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2021/2022. Tetapi, keputusan akhirnya nanti bakal diambil pada Kongres Tahunan PSSI.

“Exco PSSI sebatas memutuskan dalam rapat Exco pada 3 Mei 2021 untuk memasukkan agenda ini ke dalam kongres tahunan,” ucap Yunus Nusi.

“Nantinya, kongres sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi yang akan memutuskan karena terkait dengan jumlah peserta Liga 1 dan Liga 2 pada musim depan,” tegas Yunus Nusi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *