Sikap Robert Rene Alberts Terkait Keputusan PSSI Memastikan Liga 1 Tetap Dengan Metode Promosi dan Degradasi

PSSI akhirnya memutuskan bahwa ajang Liga 1 dan Liga 2 musim 2021/2022 tetap ada promosi dan degradasi. Keputusan itu disambut dengan baik oleh juru racik Persib Bandung, Robert Rena Alberts.

Terlebih, sejak awal nahkoda berusia 66 tahun itu tidak sepakat saat mendengar ada wacana bahwa ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2021 dihelat tanpa ada degradasi dan promosi.

“Promosi dan degrdasi dalam sebuah kompetisi itu hal normal. Kalau Liga tidak ada dua hal itu, barulah menjadi berita. Hal bagusnya, saya berharap semua pihak di sepak bola Indonesia tidak mengubah beberapa hal hanya karena segelintir orang yang menginginkan berubah,” jelas Robert Alberts usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (27/05/2021).

Juru latih asal Belanda itu menerangkan untuk melakukan roda ajang Liga 1 di Indonesia wajib tetap profesional supaya mampu berkembang dengan konsep konkrit.

“Karena kalau selalu berubah, rencana itu tidak akan berjalan lurus. Promosi dan degradasi tidak untuk didiskusikan karena itu sudah menjadi semangat dari olahraga ini (sepak bola),” tutur Robert.

Dengan adanya promosi dan degradasi, seluruh orang yang terlibat dalam ajang lanjut Robert Rene Alberts tentu ingin memperlihatkan yang terbaik supaya tidak terdegradasi.

“Tapi ketika itu berubah, semua orang akan kecewa dan tidak ada yang menganggapnya sebagai hal yang serius,” ungkap Robert Rene Alberts lagi.

Seperti diketahui, PSSI bia Ketua Umum Mochamad Iriawan sudah memutuskan bahwa Liga 1 dan 2 musim 2021/2022 tetap ada promosi dan degradasi usai mengadakan perjumpaan dengan Exco PSSI dengan rapat Emergency Exco Meeting, Selasa (25/05/2021).

PSSI pula mengadakan konsultasi dengan FIFA dan AFC terkait konsep bergulirnya ajang Liga 1 dan 2 musim 2021-2022 sampai akhirnya diputuskan tetap ada promosi dan degradasi.

“Dalam diskusi dengan semua Exco PSSI, akhirnya kami (PSSI) memutuskan Liga 1 dan 2 musim kompetisi 2021/2022 tetap ada promosi dan degradasi,” kata Iriawan dalam situs resmi PSSI.

Sebelumnya, memang ada dinamika dimana beberapa tim kasta tertinggi Indonesia dan kasta kedua sepak bola Indonesia musim 2021-2022 tanpa degradasi. Beberapa tim itu memandang wabah virus Corona yang belum tuntas menjad salah satu alasannya.

Permintaan itu kemudian dibahas dalam Meeting Exco PSSI, Senin (03/05/2021). Usai diputuskan, Ketua Umum PSSI kemudian minta Sekjen Yunus Nusi untuk berkirim surat kepada semua tim kontestan Liga 1 dan Liga 2 masalah keputusan PSSI ini. “Keputusan PSSI ini sudah final,” tegas Iriawan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *