2 Alasan Ini Buat Eduardo Almeida Mulai Betah Tinggal di Malang

Juru racik Arema FC, Eduardo Almeida, belum genap satu bulan tinggal di Malang. Tetapi, sang nahkoda mengaku betah di kota berhawa sejuk tersebut.

Bagi pelatih asal Portugal itu, berpetualang di kota anyar bukan masalah besar baginya. Ini sudah kesekian kalinya sang arsitek sendirian menukangi di luar Portugal.

“Tinggal di Malang oke. Kota yang bagus dan rapi. Saya suka sekali,” jelasnya, Senin (31/05/2021).

Selama ini, nahkoda berusia 43 tahun itu tampak cukup gampng membaur dengan skuat, baik dengan pilar, asisten pelatih maupun manajemen. Tetapi, di luar lapangan tidak diketahui seperti apa rutinitasnya.

Selama masa pandemi, seperti eks juru latih Semen Padang ini tidak banya berwisata. Ditambah lagi saat ini dia masih fokus menyiapkan Singo Edan untuk Liga 1 2021/2022.

Selain keadaan Kota Malang yang rapi, mantan juru racik Benfica U-17 itu menuturkan ada hal lain yang membikinnya betah, yaitu maslaah kuliner. Tetapi, bukan makanan lokal yang dicobanya, seperti bakso dan nasi goreng. Padahal selama ini banyak orang asing yang mencicipi bakso asli Malang.

“Soal lidah, saya masih Eropa. Tapi saya banyak menemukan makanan luar di Kota Malang,” lanjutnya.

Makanan Barat di Malang sudah dicari, lantaran cukup banyak restoran yang menjualnya. Eks pelatih Ubon United itu tidak kesusahan soal kuliner. Tetapi, dia tidak menceritakan apa saja restoran langganannya.

Yang pasti, dia sudah tidak pusing kalau bicara masalah kuliner. Tidak jarang dia berhubungan dengan nahkoda penjaga gawang Felipe Americo untuk mencari referensi.

Cuma Felipe sosok asing lain di Singo Edan. Adapun legiun asing Singo Edan belum ada yang dikontrak. Anggota manajemen dan asisten arsitek Arema lainnya memiliki selera kuliner makanan lokal. Gara-gara beda selera makanan, mantan juru racik Melaka United itu tidak masalah harus sendirian mencari kuliner di Malang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *