Sudirman Bingung Dengan Kartu Merah Diperoleh Marco Motta: Lantaran Gestur Tubuh atau Perang Kata-kata?

Arsitek Persija Jakarta, Sudirman, bingung dengan kartu merah untuk Marco Motta saat meladeni PSM Makassar. Dia belum tahu penyebab sang pemain diusir wasit keluar lapangan.

Sepuluh pilar Macan Kemayoran masih bisa menyamai Juku Eja 0-0 pada leg perdana babak semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/04/2021) malam WIB.

Wasit Hamin Tohari mengusir pemain asal Italia itu pada menit ke-84 cuma beberapa saat usai memberi kartu kuning kepada striker Pasukan Ramang, Patrich Wanggai.

Bek berusia 34 tahun ini menerima kartu kuning keduanya usai memperoleh hukuman perdana pada menit ke-23.

Kartu kuning kedua itu bukan lantaran amunisi bernomor punggung 47 di Persija itu selisih dengan Wanggai, melainkan dengan Abdul Rahman. Dari tayangan ulang, keduanya sepintas saling melemparkan kata-kata.

“Saya pikir kartu merah itu tentu ada sebabnya. Saya tidak tahu alasannya apa. Mungkin dia melemparkan kata-kata atau dengan gerak tubuh, itu saya belum menanyakan ke Motta,” jelas Sudirman pada konferensi pers setelah pertandingan.

Lantaran kartu merah itu, palang pintu berpostur tinggi 186cm ini bakal absen memperkuat Macan Kemayoran dalam leg kedua semifinal melawan Juku Eja pada Minggu (18/04/2021) di Stadion Manahan, Solo. Pelatih Persija Jakarta itu merasa kehilangan sang pilar.

“Sangat disayangkan ketika dalam tensi tinggi, kami butuh satu peluang untuk mencetak gol, kami malah mendapatkan satu kartu merah,” terang Sudirman.

“Dengan tensi laga yang tinggi, saya berharap para pemain di leg kedua nanti jangan sampai mendapatkan kartu merah lagi. Sayang ketika kami menyerang, kami butuh pemain yang lengkap di lapangan,” ucap Sudirman.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *