Berjalan Cepat Untuk Persiapan Liga 1 2021, Persita Tangerang Menggaet Agung Prasetyo

Usai tidak lagi bermain di Piala Menpora 2021, Persita Tangerang berjalan cepat untuk menyiapkan diri menuju Liga 1 2021. Satu langkah cepat Pendekar Cisadane adalah mendatangkan pilar bertahan yang musim lalu memperkuat PSMS Medan, Agung Prasetyo.

Amunisi berusia 28 tahun itu telah berlabuh dengan tim Pendekar Cisadane sejak Sabtu (17/04/2021). Sang pilar sudah menjalani latihan pertama dengan Persita. Keputusan berlabuh bareng Pendekar Cisadane disebut Agung telah tertunda sejak sebelum Piala Menpora 2021 bergulir.

“Kemarin memang ada tawaran dari Persita sejak sebelum Piala Menpora. Hanya memang pada waktu itu saya belum bisa bergabung di Piala Menpora karena situasi istri saya mau melahirkan. Tapi, komunikasi dengan manajemen berjalan terus,” ujar Agung Prasetyo seperti dilansir dari situs resmi klub.

“Manajemen klub bilang tidak apa kalau saya tidak bisa tampil di Piala Menpora. Saya bisa datang ketika Liga 1. Jadi ketika istri saya sudah melahirkan, saya memberikan jawaban kepada manajemen kalau saya siap 100 persen di Persita,” ujar pemain berusia 28 tahun itu.

Menerima tawaran berlabuh ke Pendekar Cisadane dinilai pilar asal Medan itu sebagai bentuk tantangan anyar untuk karier sepak bolanya.

“Saya pikir Persita juga mengedepankan kekeluargaan. Teman-teman di sini juga banyak yang saya kenal. Saya suka bertanya kepada mereka mengenai Persita, dan jawabannya bagus. Semoga saya juga bisa bagus selama bergabung di sini,” ujar Agung.

“Saya tidak mendengar hal negatif tentang Persita Tangerang. Selama ini teidak pernah mendengar yang negatif, selalu positif. Jadi ini juga menjadi alasan kuat saya untuk bergabung di sini,” lanjutnya.

Punggawa berpostur tinggi 186cm ini merasa terbantu untuk beradaptasi di Pendekar Cisadane lantaran kembali berjumpa dengan teman-temannya saat berkarier di Semen Padang, seperti Syaeful Anwar dan Irsyad Maulana.

“Dengan Yogi juga pernah bareng ketika seleksi tim nasional di Sawangan pada 2015. Jadi saya rasa tidak ada masalah adaptasi. Semua lancar-lancar saja. Insyaallah mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi yang terbaik buat tim. Buat saya pribadi, buat tim, dan buat keluarga,” ujarnya.

Bicara tentang keluarga, selama berkarier bareng Pendekar Cisadane, eks pemain PSM Makassar itu memutuskan terpisah jauh dengan kekasih dan buah hatinya yang tetap berada di Medan. Tetapi, sang amunisi menyadari itu seluruhnya telah menjadi resikonya sebagai pesepak bola profesional.

“Berat memang, tapi harus dijalani. Bagaimana lagi, ini demi masa depan kan? Enggak apa-apa. Insyaallah nanti terbiasa,” ujarnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *