Tanggapan PT LIB Terkait Rumor Liga 1 Tidak Ada Degradasi dan Pengurangan Kuota Punggawa Asing

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, angkat suara tentang adanya wacana Liga 1 2021/2022 dihelat tanpa metode degradasi. Akhmad Hadian mengaku belum mampu menentukan kebenaran berita itu.

Ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2021/2022 konsepnya akan dihelat tanpa sistem degradasi. Faktor ini diadakan lantaran masih dalam situasi wabah virus Corona.

Tetapi, Akhmad Hadian menyebut pihaknya belum menerima kabar terkait wacana itu dari PSSI. Semisalnya telah diputuskan, PT LIB akan mengikuti yang terbaik masalah sistem Liga 1 2021/2022.

“Kalau itu tanya ke PSSI karena regulasinya kan dari sana. Kami siap menjalankan apapun sistem yang akan dipakai,” kata Akhmad Hadian Lukita.

Selain itu, PT LIB pula belum mampu mengonfirmasi wacana pengurangan kuota amunisi asing di Liga 1 2021/2022. Wacana itu terungkap usai CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, dalam wawancara dengan media lokal Kalimantan Selatan menunggu konsep PSSI dalam pengurangan kuota pilar asing sebelum membentuk tim Liga 1 2021/2022.

“Nah, itu isu dari mana ya? Saya tidak tahu tiba-tiba muncul berita itu. Saya belum bisa bilang itu hoax atau tidak, akan tetapi memang mendengar apapun soal itu,” tegas Akhmad Hadian Lukita.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) pula berencana mengganti format ajang kasta tertinggi musim 2021/2022. Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, menyebut Liga 1 2020/2021 berencana mengadopsi metode bubble atau gelembung seperti Piala Menpora 2021.

Pengubahan format Liga 1 2021/2022 dikonsepkan untuk mampu menekan penyebaran Corona yang masih tinggi di Indonesia. Tetapi, konsep itu belum final lantaran masih bakal dibahas bareng PSSI dan semua tim kontestan ajang.

“Masih kami coba dan harapkan menghindari risiko yang paling berat atau kami coba yang tidak ada risiko karena kalau membuat format seperti kandang-tandang biasa itu kami melihat masih ada risiko,” kata Akhmad Hadian Lukita.

Format bubble atau gelembung seperti ini hampir sama dengan yang diadakan turnamen pramusim itu. Artinya, Liga 1 2021/2022 berencana dihelat terpusat pada satu pulau untuk meminimalisir risiko terbentuknya klaster anyar Corona.

“Makanya akan pakai sistem gelembung lagi, tinggal dilihat nanti digelar di mana. Seperti home tournament, akan tetapi nanti akan disebar ke titik-titik tertentu. Kelihatannya di Jawa, namun untuk itu tergantung masukan dari semua pihak nantinya,” tegas Akhmad Hadian Lukita.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *