Liga 1 Musim Ini Tidak Ada Degradasi, Exco PSSI Mengambil Contoh Liga Jepang

Banyak hal yang memengaruhi PSSI dalam menentukan untuk menghapus degradasi di Liga 1 musim ini. Selain dorongan mayoritas tim, ajang di negara lain pula menjadi rujukan.

PSSI bercermin dari metode J1 League pada musim 2020. Berdasarkan laporan Japan Times, Ajang kasta tertinggi dari Liga Jepang tersebut pula meniadakaan metode turun kasta akibat diterjang wabah virus Corona.

Musim lalu, Liga Jepang pernah dimandekkan beberapa kali buntut dari pandemi virus Covid-19. Di tenga-tengah vakumnya ajang, operator ajang di Negeri Sakura tersebut memutuskan untuk menangguhkan degradasi tetapi tetap memberlakukan dua tiket promosi dari J2 League.

Alhasil, jumlah kontestan J1 League yang tadinya 18 klub, menaik menjadi 20 klub pada 2021. Untuk mengembalikan format asli total kontestan, empat klub bakal dipaksa degradasi di musim ini.

“Karena ini sifatnya hanya sementara, lalu ada beberapa negara seperti Jepang yang juga melakukan penghapusan degradasi, jadi ada contohnya. Pertimbangannya dari sisi ekonomi,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani ketika dihubungi Bola.com, Kamis (06/05/2021) soal pertimbangan meniadakan degradasi di Liga 1 musim ini.

PSSI cuma mengapus metode degradasi di Liga 1 musim ini, tetapi tidak dengan metode promosi. Dua tiket untuk naik kasta sudah disediakan oleh PSSI bagi peserta Liga 2.

Jumlah ini berkurang satu dibandingkan musim-musim sebelumnya. Umumnya, tiga klub bakal promosi ke ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia menggantikan tiga tim yang turun kasta.

Dengan formula seperti ini, praktis jumlah kontestan Liga 1 pada tahun depan atau musim 2022/2023 bakal melonjak menjadi 20 klub.

“Kalau terjadi tidak ada degradasi di Liga 1, nanti ada dua tim yang promosi dari Liga 2 sehingga jumlahnya menjadi 20 tim,” tutur Hasani Abdulgani.

Ujar Hasani, formula seperti ini bersifat sementara. Tetapi kalau dirasa pas, format 20 klub ini berkesempatan dipertahankan dengan membahasnya di kongres tahunan PSSI pada 2022.

Usulan penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini disebutkan hadir dari para kontestan. Mereka mengajukan permintaan tersebut kepada PSSI lantaran hal ekonomi.

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 3 Mei 2021 memutuskan bahwa ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2021/2022 tanpa degradasi untuk mengakomodir harapan tim-tim.

Hasani menjelaskan, kesekjenan PSSI menerima banyak surat dari klub-klub Liga 1 yang keberatan dengan adanya degradasi di musim ini. Pihaknya mengetahui keadaan itu sehingga mengabulkan permohonan itu.

“Ada banyak klub yang meminta kata kesekjenan PSSI. Namun, kami tak tanya satu per satu kepada klub. Sebab, secara insting pun saya sudah tahu,” kata Hasani,

“Saya kan juga menjalankan perusahaan. Sekarang, perusahaan mana yang tidak kesusahan? Saat ini, perusahaan yang berhasil itu yang menjual vaksin dan tes COVID-19. Jenis usaha lain semua kolaps. Apalagi klub-klub Liga 1 ini. Kami sadarlah. Apalagi anggota Exco PSSI ini banyak yang berasal dari klub. Mereka tahu situasinya,” jelas Hasani.

Berita penghapusan ajang Liga 1 musim ini oleh PSSI buat media sosial geger. Dari pengamatan Bola.com, kebanyakan warganet tidak setuju, bahkan cenderung marah dan mengecam kebijakan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *