Sudah Datang di Malang, Pelatih Baru Arema FC Menilai Protokol Kesehatan Indonesia Lebih Ketat Daripada Portugal

Manajemen Arema FC sejak awal sengaja tidak memberitahukan kehadiran sang arsitek baru, Eduardo Almeida di Malang. Manajemen tim mengharapkan sang nakoda langsung meneruskan masa karantina dari Jakarta setibanya di Malang dan menghindarkan sang juru latih dari kontak dengan banyak orang yang ingin menyambutnya.

Tetapi, Selasa (18/05/2021) siang, juru racik asal Portugal itu sudah tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. Sang pelatih pun langsung meneruskan karantina selama tiga hari di Malang.

Faktor itu sesuai dengan aturan pemerintah Kota Malang untuk warga asing yang baru masuk ke daerahnya. Padahal sebelumnya, eks nahkoda Semen Padang itu telah melakoni karantina selama lima hari di Jakarta.

Begitu panjang prosedur protokol kesehatan yang diterapkan di Indonesia, pelatih berusia 43 tahun itu merasa terkesan. “Saya memang agak kesulitan mengikuti peraturan karantina di sini. Kalau di Portugal tidak seketat ini,” jelasnya.

Mantan juru taktik Ubon United itu menerangkan di Portugal tidak memberlakukan karantina bagi pendatang anyar atau wisatawan pada tahun ini. Tapi, mereka tetap mengadakan pemeriksaan kesehatan. Maklum Portugal pula menggantungkan sektor pariwisata untuk menambah devisa negara. Mereka pun berusaha untuk tidak mempersusah wisatawan asing yang masuk.

Kebijakan karantina di Indonesia ini membikin kejenuhan tersendiri bagi mereka yang melakoninya. Tetapi, momen itu dipakai oleh eks juru latih Melaka United itu untuk menyusun program yang bakal dipraktikkannya dalam latihan Singo Edan.

Kalau sesuai aturan Wali Kota Malang, sang juru racik wajib melakoni karantina di Rumah Sakit Lapangan Ijen Bouleverd.

Sementara untuk latihan pertama Singo Edan pada 20 Mei, Almeida tidak risau. Ia telah menyiapkan menunya dalam latihan perdana akan tetap normal untuk mengetahui keadaan para pilar usai libur selama tiga pekan.

“Latihan tetap normal. Satu yang terpenting, saya senang bisa kembali ke Indonesia,” ujar mantan pelatih Semen Padang itu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *