PPKM Darurat, Eduardo Almeida Siap Memasak Sendiri Kalau Rumah Makan Langganannya Tutup

Kota Malang ikut melakukan PPKM Darurat pada 03-20 Juli. Pembatasan jam malam, fasilitas umum ditutup dan sampai pembubaran kerumanan diadakan.

Juru racik Arema FC, Eduardo Almeida baru sekarang merasai PPKM di Malang. Tapi sebelumnya dia pernah merasai lockdown saat berada di negaranya, Portugal tahun lalu.

“Sebenarnya, hal seperti ini tidak baru bagi saya. Di Portugal juga sama. Saya pernah 15 hari hanya di rumah. Jadi tidak ada masalah dengan kondisi seperti ini,” kata pelatih 43 tahun ini.

Bedanya, kali ini dia sendirian di Indonesia. Sedangkan ketika di Portugal, dia didampingi anak dan kekasihnya.

“Sekarang, saya hanya akan tinggal di rumah. Melihat televisi tentang pertandingan sepakbola. Selain itu juga melakukan pekerjaan menganalisa tim lawan,” jelasnya.

Sebuah rutinitas yang sesungguhnya sudah kerap dijalankan pelatih berusia 43 tahun itu di Malang. Tapi ada satu faktor anyar yang bakal dijajalnya.

“Kalau beberapa resto tidak buka, mungkin nanti akan masak sendiri di rumah,” sambungnya.

Selama ini nahkoda asal Portugal itu sudah memiliki beberapa rumah makan langganan yang menyajikan masakan Eropa lantaran lidahnya masih belum mampu beradaptasi dengan makanan Indonesia. Kalau dia memasak, tentu sang juru taktik wajib berbelanja bahan makanan lebih dulu.

“Kalau supermarket yang menjual bahan makanan tetap buka kan,” imbuhnya.

Lantaran tidak terlalu jago memasak. Konsepnya dia bakal membikin makanan sederhana seperti daging, spaghetti dan sejenisnya. Keadaan di Malang masih belum ada perbedaan berarti. Jalanan masih agak ramai.

Tetapi sejumlah pertokoan dan tempat kuliner ada yang tutup. Tapi supermarket yang menjual keperluan pokok tetap buka. Cuma saja pukul 20.00 mereka wajib tutup.

Singo Edan belum diketahui apakah besok meneruskan latihan atau tidak. PPKM membikin mereka bakal kesusahan memperoleh lapangan. Kalau tidak ada lapangan yang mampu disewa, pilar bakal memperoleh menu latihan individu di rumah masing-masing.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *